Rumah adalah tempat  untuk bersantai dan menghilangkan lelah setelah menjalani aktivitas sehari-hari.  Banyak cara dilakukan orang untuk bersantai di rumah, mulai dari mendengarkan musik, menonton film, memasak, berkebun, dan mengurus hewan peliharaan.

Salah satu hewan yang biasa dipelihara orang adalah ikan.  Memberi makan ikan ataupun memperhatikan gerak geriknya di dalam air dapat merilekskan pikiran.  Pada umumnya ikan dipelihara dalam akuarium dan kolam.

Saat ini kolam ikan tidak selalu diletakkan di luar rumah, tetapi juga di dalam(indoor).  Rumah dengan interior yang luas tidak menjadi masalah dengan “hilangnya” beberapa m2 untuk dialokasikan sebagai kolam ikan.  Rumah dengan luasan interior yang tidak terlalu besar akan menimbulkan sedikit masalah dengan “kehilangan” beberapa m2 yang disebabkan dengan adanya kolam.  Kemungkinan penghuni rumah akan sedikit kesulitan untuk ber lalu lalang ataupun harus mencari alternatif untuk penempatan perabot/barang.

Ada solusi supaya tidak “kehilangan” beberapa m2 tersebut, kita tetap bisa berjalan di atas kolam tersebut, menempatkan barang/perabotan , bahkan bisa rileks duduk di kursi sambil memperhatikan gerak gerik ikan di bawahnya, yaitu dengan mengaplikaskani kaca laminated tempered sebagai lantai yang “transparan”.

Kaca laminated tempered dibuat dengan merekatkan dua lembar kaca tempered menjadi satu dengan menggunakan interlayer film yang biasa disebut PVB(Polyvinylbutyral).  Bahasa sehari-hari disebut lem PVB. Salah satu keunggulan dari kaca laminated tempered ini adalah dari faktor kekuatan dan faktor safetynya.  Kekuatannya berasal dari 2 lembar kaca tempered yang dijadikan satu, sedangkan disebut sangat aman/safe karena pada saat kaca dalam kondisi pecah pun, pecahannya tidak akan rontok/jatuh ke bawah.  Hal ini disebabkan karena daya rekat dari interlayer film PVB. Keunggulan lain dari interlayer film PVB adalah sangat elastis,  mempunyai kemampuan menyerap benturan, dan dapat menyerap radiasi sinar UV.

Foto di bawah ini merupakan contoh dari penggunaan kaca laminated tempered sebagai “lantai transparan”, tepat di bawahnya adalah kolam ikan.

Pemasangan lantai kaca menggunakan system frameless atau tanpa rangka penopang,

Menggunakan kaca 15+15 laminated tempered, ukuran 3 x 2m, dengan 10cm sekeliling kaca diberi efek blur/sandblast

Efek blur/sandblast bisa juga diganti dengan menggunakan cat ceramic dengan warna yang disesuaikan dengan warna granit/keramik di sekeliling lantai kaca

Thanks untuk Bapak Umar di Balikpapan untuk kiriman foto-fotonya

Untuk kedua putra Bapak Umar yang sudah meluangkan waktu untuk berpose: thanks guys  

DSC01941(C)

DSC01933(C)

DSC01930(C)

DSC01913(C)

DSC01909(C)

DSC01907(C)

Fitting Kaca

16 Mei 2012

Pada saat ini penggunaan kaca tempered sudah menjadi standard / syarat suatu bangunan mengingat unsur kekuatan dan unsur keamanannya.  Aplikasi kaca tempered untuk bangunan baik itu berupa rumah pribadi, kantor, apartemen, hotel, dll sangat bervariasi.  Beberapa contohnya adalah: pintu frameless, pintu shower, railing, railing tangga, penyekat/tembok kaca.

Aplikasi seperti pintu frameless bisa menggunakan sambungan glass to glass atau glass to wall.  Pemasangan pintu frameless membutuhkan beberapa asesoris untuk “menyambungkannya” dengan tembok / panel kaca.  Asesoris ini yang biasa disebut patch fitting / glass fitting

Beberapa merek terkenal seperti dorma dan dekson menawarkan salah satu variasi patch fitting terlengkap yang ada di pasaran saat ini,  sehingga hasil  pemasangan kaca tempered menjadi presisi  secara teknis dan atraktif secara visual.  Range variasi yang lengkap juga memudahkan bagi para arsitek dan desainer untuk bereksperimen dengan berbagai macam pilihan kreasi dalam pemasangan kaca tempered baik secara eksternal dan internal.

Pada umumnya glass fitting seperti dorma dan dekson didesain berdasarkan sistem modular, terdiri dari unit bawah/dasar, penjepit fungsional, dan penutup sistem clip dengan berbagai macam finish seperti stainless steel, satin ataupun brass. Finish permukaan pada fitting harus dibersihkan secara berkala untuk menjaga penampilannya supaya tetap atraktif dalam jangka waktu yang lama.  Setiap tipe finish harus diperlakukan berbeda, contohnya untuk stainless steel finish harus dibersihkan dengan pembersih non abrasive.  Brass finish memakai pembersih tanpa solvent.

Produsen glass fitting dengan merek terkenal sangat memahami kaca tempered sebagai salah satu bahan bangunan.  Mereka merancang fitting yang hanya memerlukan minimal pra proses untuk kaca.  Pertimbangan yang matang dan pengukuran yang presisi telah diambil untuk memastikan penjepitan area permukaan yang maksimal dengan effisiensi yang optimal.

Gambar di bawah ini adalah salah satu contoh posisi glass fitting pada pemasangan sepasang pintu(biasa disebut “kuku tarung”), di mana pintu diapit oleh panel kaca (samping kiri & samping kanan) dan transom (atas)

Panah merah:upper hinge
Panah hijau:floor hinge
Panah ungu:lock

Floor hinge merupakan penopang utama daripada pintu.  Tugasnya adalah menahan berat pintu sekaligus daya dorong yang dialami pintu pada saat proses buka/tutup.  Spek daripada floor hinge berdasarkan berat yang mampu disupport, biasanya ditunjukkan dengan kode nomor tertentu. Contoh: floor hinge merk dorma dengan kode bts 84 mampu menahan pintu dengan berat sampai dengan 100kg, biasanya diaplikasikan untuk pintu kaca dengan ketebalan 10mm dan 12mm.

Untuk informasi lebih detail/konsultasi/penawaran harga sehubungan dengan glass fitting/patch fitting, bisa menghubungi kami di:

Email:kacatempered@yahoo.co.id

Penggunaan kaca pada industri otomotif sudah dikenal sejak awal tahun 1900-an.  Resiko dari penggunaan kaca biasa(non-tempered) dengan cepat disadari sehingga lahirlah kaca laminated.  Jenis kaca ini mulai digunakan untuk kaca depan mobil sejak sekitar tahun 1919.  Kaca tempered baru menggantikan kaca biasa untuk kaca samping dan kaca belakang mobil sejak tahun 1940-an, dan digunakan secara umum sejak tahun 1950-an

Produksi kaca tempered secara besar-besaran untuk industri otomotif sejak tahun 1950-an bertepatan dengan momentum yang tepat.  Perusahaan otomotif di Amerika mulai memperbaiki desain mesin mereka sehingga dalam waktu singkat mobil dapat melaju jauh lebih cepat dari sebelumnya.  Semakin cepat mobil melaju, resiko untuk terjadinya cedera serius jika terjadi kecelakaan di mana jendela pecah akan semakin besar.

Sampai saat ini kaca laminated tetap menjadi pilihan terbaik untuk kaca depan mobil, sedangkan kaca tempered menjadi pilihan terbaik untuk kaca samping dan kaca belakang.  Penggunaan kedua jenis kaca tersebut menjadikan penumpang mobil terlindungi dari kemungkinan cedera serius dari kaca pecah jika terjadi kecelakaan,

Masyarakat seringkali bertanya, mengapa kaca laminated hanya digunakan untuk kaca depan mobil tetapi tidak untuk kaca samping dan kaca belakang? Ada 2 alasan utama:

  1. Kaca laminated  jauh lebih mahal dari kaca tempered sehingga akan berpengaruh secara signifikan pada harga mobil  jika digunakan pada semua kaca
  2. Kaca laminated sangat sulit untuk dipecahkan karena adanya lapisan PVB, sehingga pada saat kondisi darurat di mana terjadi kecelakaan yang mengharuskan penumpang dikeluarkan dengan cepat, hal ini akan menimbulkan masalah.  Sebaliknya kaca tempered lebih mudah dipecah

Kaca tempered sudah dikenal dalam waktu cukup lama.  Jenis kaca ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi harian dengan penggunaan yang sangat bervariasi.  Dewasa ini kaca tempered terutama digunakan dalam aplikasi di mana keamanan dan kekuatan adalah pertimbangan utama.

Pembuat pertama dari kaca tempered mungkin akan selamanya tidak pernah ditemukan.  Kemungkinannya adalah kaca tempered ditemukan pertama kali oleh beberapa peradaban/kebudayaan manusia di berbagai tempat dalam waktu yang sama.  Ada beberapa bukti yang terdokumentasi di mana kaca tempered sudah digunakan untuk berbagai aplikasi sejak beberapa ratus tahun yang lalu.

Beberapa bukti sejarah menyatakan bahwa bentuk pertama dari tempered glass sudah ada sejak abad 17.  Sayangnya pengguna kaca pada masa itu kurang mengapresiasi kekuatan daripada kaca tempered, tetapi tidak diragukan bahwa mereka mengetahui bahwa kaca tempered akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil  jika pecah.  Salah satu contoh dari kreasi awal  kaca tempered adalah “tetesan Pangeran Rupert”, di mana lelehan kaca yang masih sangat panas  dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air dingin untuk membuat kaca yang berbentuk tetesan air. Banyak orang percaya bahwa ini adalah bentuk terawal dari kaca tempered yang pernah tercatat dalam sejarah.

Penemuan lain menyatakan bahwa penemu kaca tempered yang pertama adalah Francis de la Bastie,  seorang ahli kimia dari Perancis yang sering bereksperimen dengan kaca.  Percobaannya meliputi pemanasan, pendinginan, dan pemanasan ulang dari selembar kaca yang sama.  Francis menemukan bahwa kaca yang mengalami proses pemanasan ulang dan pendinginan akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil yang tidak berbahaya jika pecah.  Ini sangat berbeda dengan kaca biasa yang akan menjadi pecahan besar dan tajam pada saat pecah.  Bastie langsung menyadari keunggulan kaca tempered terutama dipandang dari sudut keamanan.  Meskipun sepertinya beberapa orang menemukan kaca tempered pada waktu bersamaan, tetapi orang pertama yang memegang hak paten dari pembuatan kaca tempered adalah Rudolf  Seiden, ahli kimia dari Austria.

Kaca tempered atau yang dikenal sebagai kaca pengaman(safety glass) dewasa ini banyak digunakan untuk beberapa aplikasi di mana masalah keamanan menjadi prioritas utama.  Hal ini disebabkan karena jika terjadi pecah, kaca tempered akan menjadi pecahan-pecahan kecil yang tidak tajam.  Kemungkinan cedera serius dapat diminimalisasi

Jika kita memasuki suatu toko di pusat perbelanjaan, di mana seluruh dinding maupun pintunya terbuat dari kaca, pasti akan sulit untuk menentukan apakah kaca-kaca tersebut kaca tempered atau kaca biasa.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan:

  1. Perhatikan bagian bawah daripada kaca tersebut, jika adalah kaca tempered, di sudut kanan/kiri akan terdapat tanda/marking dengan tulisan “Tempered”.  Biasanya disertai dengan logo perusahaan pembuat kaca tersebut.  Marking ini terbuat dari cat ceramic khusus dan tidak bisa dihapus karena sudah menyatu dengan kaca pada saat proses pemanasan/tempering.
  2. Jika terkena cahaya matahari langsung, akan terlihat garis-garis hitam pada permukaan kaca yang terjadi pada saat proses pemanasan/tempering.  Hal ini terjadi karena pada saat proses tempering ada gesekan dengan roll ceramic.  Garis -garis hitam ini akan lebih nampak jika dilihat dari sudut kurang dari 45 O, dan jika diperhatikan secara seksama juga timbul efek “pelangi”(warna keungu-unguan) dari garis-garis tersebut
  3. Ada sedikit efek warping(kaca tidak 100% lurus), hal ini lebih mudah dilihat jika terkena cahaya lampu(di dalam ruangan).  Bayangan cahaya lampu yang terpantul pada kaca akan terlihat seperti “bengkok-bengkok”
  4. Jika terjadi pecah, kaca tempered akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil (sebesar kuku ibu jari tangan) yang tidak tajam.

marking tempered

Kaca tempered dibuat melalui proses pemanasan kemudian proses pendinginan secara cepat dengan peniupan udara dingin bertekanan dari blower pada kedua sisi kaca sampai mencapai suhu ruangan

Penurunan suhu pada permukaan kaca akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan bagian tengahnya, menyebabkan kontraksi, hal ini akan menimbulkan stres tekanan(compressive stress).  Pada saat yang sama bagian tengah kaca akan memuai karena temperaturnya yang lebih tinggi, menimbulkan tekanan tarik (tensile stress).

Kedua jenis tekanan(stress) ini bisa diilustrasikan dengan selembar kaca yang bisa ditarik sampai panjang tertentu(tensile stress), tetapi juga ditekan ke bawah(compressive stress) pada saat yang sama.  Proses tarik dan proses tekan  pada saat pemanasan dan pendinginan secara cepat ini yang akan memberikan kekuatan tarik(tensile strength) & kekuatan tekanan(compressive strength) pada kaca tempered. Perbedaan antara kedua kekuatan ini yang menjadikan kaca tempered 5x lebih kuat daripada kaca biasa.

Pada saat pecah, kaca tempered akan menjadi pecahan-pecahan kecil sebesar kuku ibu jari tangan dan tidak tajam.  Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan antara compressive stress dan tensile stress. Proses tarik dan proses tekan akan menghasilkan energi dalam jumlah cukup besar selama proses tempering.  Energi ini akan dilepaskan jika terjadi pecah dan menyebabkan kaca tempered berubah menjadi pecahan-pecahan kecil sehingga mengurangi resiko terjadinya cedera serius

Kaca tempered dibuat dari kaca float berkualitas tinggi melalui proses pemanasan thermal di mana kaca akan dipanaskan sampai dengan titik lunaknya kemudian didinginkan secara cepat. Hal ini akan memberikan kaca tempered kekuatan lebih. Kaca temperd mempunyai kekuatan 4 sampai 5 kali lebih baik terhadap benturan, tekanan, maupun perubahan suhu ekstrim dibandingkan kaca biasa dengan ketebalan sama. Kaca tempered juga diklasifikasikan sebagai kaca pengaman dan ketika pecah akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil (sebesar ibu jari tangan) yang tidak tajam, sehingga mengurangi resiko terjadinya cedera serius.

Keuntungan pemakaian kaca tempered

  1. Kekuatan: kaca tempered menurut standard ASTM C1048 adalah 4 sampai dengan 5 kali lebih kuat daripada kaca biasa dengan ketebalan sama.  Untuk kaca tempered minimal tekanan permukaan adalah 10000 psi
  2. Keamanan: ketika pecah terkena benturan, kaca tempered akan langsung menjadi pecahan-pecahan kecil sebesar ibu jari tangan dan tidak tajam.  Hal ini akan mengurangi terjadinya cedera serius

Kekuatan thermal: ketika sinar matahari mengenai langsung permukaan kaca, akan terjadi pemanasan.  Proses pemanasan ini tidak merata di permukaan.  Biasanya bagian tengah kaca memiliki tendensi untuk memanas lebih cepat, sedangkan bagian tepi kaca masih relatif dingin.  Jika perbedaan suhu ini mencapai batas tertentu, bisa menyebabkan kaca pecah.  Tetapi kaca tempered mempunyai kekuatan tepi yang lebih baik sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya pecah karena perbedaan suhu/panas

Beberapa point yang layak jadi perhatian untuk kaca tempered:

  1. Distorsi optik: kaca tempered yang diproses dengan menggunakan horisontal furnace(tungku pemanasan horisontal) akan meninggalkan  sedikit tampak gelombang (wave) pada permukaannya.  Hal ini terjadi karena adanya kontak dengan roller pada saat proses pemanasan.  Orientasi kaca di dalam furnace menjadi penting untuk meminimalisasi tampak gelombang pada permukaan
  2. Warping/bowing: kaca sedikit melengkung seperti busur, karena kaca tempered dipanaskan sampai titik lunaknya (sekitar 700 C) kemudian didinginkan secara cepat, akan terjadi sedikit gejala warp/bow.  Selama gejala ini masih dalam batas toleransi, tidak akan mengganggu dalam aplikasinya untuk berbagai keperluan
  3. Fragmentasi: kaca tempered pada dasarnya digunakan karena faktor kekuatan dan faktor keamanannya, jadi test fragmentasi menjadi sangat penting untuk mendapatkan informasi mengenai kaca itu sendiri.  Pecahan harus berukuran sama, kecil(sebesar kuku ibu jari tangan), dan tidak tajam.   Standard SNI mengharuskan untuk luasan kaca tempered 50mm x 50mm ada minimal 40 pecahan berukuran sama.  Jika ada pecahan yang berukuran lebih besar, hal ini menandakan adanya bagian kaca yang lebih lemah

Langkah-langkah dalam proses produksi kaca tempered:

  1. Memotong kaca mentah/raw glass sesuai dengan ukuran yang dikehendaki oleh pihak pembeli/customer.  Kaca dapat berupa kaca polos/bening(clear), tinted(warna), atau reflective
  2. Setelah dipotong, bagian tepi kaca akan mengalami proses edging/digosok.  Tujuannya menghilangkan bagian tajam, jika kualitas edging kurang baik,  dapat menyebabkan pecah di dalam furnace.  Lubang dan cowakan(jika memang diminta) akan dikerjakan selanjutnya
  3. Kaca akan mengalami proses pencucian dan pengeringan sebelum dipindahkan ke area proses tempering
  4. Kaca kemudian dimasukkan ke dalam ruang pemanasan dan dipanaskan sampai ke titik lunaknya(sekitar 700 C), segera setelah kondisi ini tercapai, kaca dipindahkan lagi ke proses selanjutnya yaitu didinginkan secara cepat dengan meniupkan udara dengan tekanan tertentu pada kedua sisinya (atas & bawah).  Pendinginan secara cepat ini akan menimbulkan stress di berbagai bagian daripada kaca itu sendiri yang akhirnya menimbulkan beberapa area stress yang berbeda.  Hal ini yang memberikan kekuatan pada kaca tempered
  5. Setelah proses pendinginan secara cepat selesai,  kaca akan keluar sebagai kaca tempered

Warna, kejernihan, komposisi kimia, transmisi cahaya tidak mengalami perubahan setelah proses tempering. Juga kekerasan, gravitasi spesifik, koefisien pemuaian, titik lunak, konduksi panas maupun kekakuan tidak berubah.  Beberapa  properti fisik yang berubah adalah kenaikan daripada tensile strength, ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan suhu ekstrim, dan ketahanan yang lebih baik terhadap benturan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.